Ditengah Pandemi Kurban LDII Meningkat , Capai Rp. 464 Miliar.

Warga LDII di seluruh Indonesia merayakan Idul Adha atau Hari Raya Kurban pada 31 Juli 2020. Untuk kurban tahun ini, menurut data yang dihimpun DPP LDII, di seluruh Indonesia atau 34 provinsi jumlah kurban yakni 20.848 sapi, 18.556 kambing, dan 20 kerbau.

Meskipun DPP LDII tak menyebut angka, dari reportase di lapangan, bila harga rata-rata seekor sapi Rp20 juta, kambing Rp2,5 juta, dan kerbau Rp30juta, nilai kurban warga LDII di seluruh Indonesia bisa mencapai Rp464 miliar.

 

Kenaikan ini bagi DPP LDII juga cukup menggembirakan. Pasalnya, gairah melaksanakan ibadah kurban sangat tinggi walaupun wabah virus corona mengakibatkan perlambatan gerak ekonomi secara nasional. Lantas, bagaimana warga mampu meningkatkan nilai kurban tersebut.

Inilah yang membuat warga LDII selalu berkurban dalam jumlah yang besar. Sementara itu, Ruly Bernaputra, Ketua Departemen Pengabdian Masyarakat DPP LDII menyatakan, tema kurban kali ini “Berbagi di Tengah Pandemi, Wujud Kepedulian Terhadap Sesama”.

“Tema ini aktual dengan kondisi bangsa saat ini, dimana wabah merusak perekonomian, menciptakan krisis ekonomi terutama di perkotaan. Dalam kondisi ini, ikatan berbangsa dan bernegara harus ditumbuhkan dengan semangat bergotong royong dan berbagi,” ujar Ruly Bernaputra.

Ruly mengatakan teknik pembagian hewan kurban di Jakarta dan di daerah-daerah zona merah wabah di Indonesia, dilakukan dengan cara dikirim ke RT dan RW. Dari para pengurus RT dan RW didistribusikan ke rumah warga agar tak terjadi penumpukan warga.

Dari sisi pelaksanaan kurban, sebulan sebelum kurban, DPW dan DPD LDII bekerja sama dengan Forum Komunikasi Kesehatan Indonesia (FKKI) melakukan webinar, mengenai tata cara penyembelihan hewan kurban pada masa pandemi, “Salah satunya mereka yang kondisi kesehatannya kurang fit dilarang menangani daging kurban,” imbuh Ruly.

Para warga yang memotong hewan kurban, harus menggunakan Alat Pelindung Diri (APD). Dan hanya mereka yang bertugas, yang diperbolehkan berada di lingkungan masjid atau tempat penyembelihan, “Dengan demikian pelaksanaan kurban tahun ini bisa berjalan aman, tertib, dan tetap mematuhi protokol kesehatan,” pungkas Ruly.

Sementara Itu, Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Provinsi Bengkulu mencatat, sebanyak 305 ekor hewan kurban dengan rincian Sapi 156 ekor, kerbau 3 ekor, dan 146 ekor Kambing dikurbankan dalam Idul adha 1441 Hijriah. Jumlah tersebut merupakan hasil laporan hewan sembelihan di setiap Pimpinan Anak Cabang (PAC) LDII se-provinsi Bengkulu. 

Ketua DPD LDII Provinsi Bengkulu, H Meri Sasdi MPd mengatakan, meski di suasana pandemi, pihaknya bersyukur warga LDII bisa melaksanakan ibadah qurban tahun ini.

“Untuk penyembelihan kurban kita laksanakan hari ini secara serentak di seluruh LDII se Provinsi Bengkulu. Untuk hewan kurban sendiri ada yang dari perorangan, ada yang melalui patungan,” ujarnya Jumat (31/7/2020).

“Syukur Alhamdulillah, meski pada suasana pandemi Covid-19 Pengurus dan Jamaah Warga LDII di Provinsi Bengkulu tetap bisa melaksanakan kurban dan berbagi,” kata Meri.

Ia menambahkan, pihaknya selalu menekankan kepada Jamaah Warga LDII Bengkulu akan keutamaan dan besarnya pahala berkurban. Untuk itu, agar bisa melaksanakan kurban pihaknya juga selalu mengajak warga LDII Bengkulu untuk menabung secara rutin.

“Sebagai bentuk ketaatan kita kepada Allah, Kurban ini adalah sebagai tauladan Nabi Ibrahim AS, dengan kesabaran dan keikhlasannya,” ujarnya.

Untuk menghindari penyebaran Covid-19, daging hewan kurban yang telah disembelih diantar langsung ke rumah-rumah warga dan dishodaqohkan ke sejumlah masyarakat yang tak mampu dan warga sekitar masjid. (*)

Please follow and like us:
error0
fb-share-icon20
Tweet 20
fb-share-icon20

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *