Kibarkan Semangat Cinta Bahari dalam HUT Kemerdekaan RI Ke-74

Banten (17/08). Dalam rangka memperingati HUT ke-74 Kemerdekaan Indonesia, Pangkalan TNI-AL Banten (Lanal Banten) mengajak komunitas-komunitas pencinta bahari berpartisipasi dalam upacara pengibaran bendera Merah Putih, di bawah dan permukaan laut perairan Pulau Sangiang.

Pada kesempatan ini, komunitas penyelam LDII CAI Diving Club dan Gerakan Pramuka Satuan Komunitas Sekawan Persada Nusantara (Sako SPN) turut berpartisipasi. Selain itu, turut berpartisipasi juga Gerakan Pramuka Saka Bahari, Korps Kepolisian Perairan dan Udara RI, Basarnas, dan komunitas-komunitas penyelam lain.

Di Green Garden Anyer Banten, peserta melakukan gladi sebelum acara. Panitia menentukan tim rescue yang bertugas tanggap darurat, tim guide yang membantu mengarahkan formasi pengibaran, dan tim yang mengibarkan bendera. Ada hampir 100 peserta dari komunitas-komunitas yang terlibat, namun hanya yang telah memiliki sertifikat menyelam dizinkan berpartisipasi dalam pengibaran bendera Merah Putih bawah laut.

Peserta dan panitia pun bertolak ke Pelabuhan Cikoneng. Dari Pelabuhan Cikoneng, sudah menunggu beberapa kapal patroli TNI-AL dan Polisi Air, serta kapal sewaan milik warga pesisir pelabuhan. Perjalanan menuju lokasi memakan waktu sekitar 40 menit sampai satu jam.

Proses pengibaran bendera Merah Putih pun dimulai. Kapal-kapal mengatur posisi agar mememudahkan para penyelam mengibarkan bendera. Selain itu, perlu kehati-hatian agar saat kapal turun jangkar tidak mengenai penyelam yang terlebih dahulu berada didalam laut. Arus laut juga jadi penentu posisi bendera yang akan dikibarkan.

Ketua DPW LDII Banten sekaligus Ketua CAI Diving Club Edwin Sumiroza terlihat bersama para rekan-rekan penyelam. Kemudian setiap tim menempati posisi masing-masing dan pengibaran dalam laut pun dimulai. Komunikasi antar sesama penyelam berjalan dengan lancar, meski dengan bahasa isyarat tangan. Pengibaran bendara merah putih dalam laut berjalan sukses.

Namun ketika mencoba pengibaran bendera di permukaan, para penyelam mengalami tantangan. Arus yang tadinya tenang mulai sedikit bergerak. Mereka akhirnya dibantu anggota komunitas termasuk Sako SPN.

Berbekal perlatan snorkel dan pelampung, kakak-kakak pramuka dan anggota komunitas lain turun dari atas kapal masing-masing. Formasi pengibaran pun akhirnya terbentuk. Meski sedikit terbawa arus dan menjauhi posisi kapal-kapal, pengibaran bendera merah Putih di atas permukaan pun berhasil.

“Indonesia raya, tanah airku, tanah tumpah darahku. Di sanalah aku berdiri, jadi pandu ibu,” para peserta menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia.

Usai proses pengibaran, baik peserta komunitas maupun penyelam naik ke kapal masing-masing, tak terkecuali Edwin Sumiroza. CAI Diving Club Bersama Sako SPN pun pamit kepada Lanal Banten dan komunitas lain karena ada agenda selanjutnya.

CAI Diving Club mengajak peserta ber-ekowisata. Kegiatannya seperti workshop ekosistem pesisir, pengenalan diving membangun kesadaran geografis bangsa sebagai bangsa bahari, dan snorkeling membersihkan sampah.

Sambil menyimak workshop ekosistem pesisir, kakak-kakak Pramuka Sako SPN tampak mengerubungi instruktur diving dengan peralatan menyelamnya. Edwin Sumiroza pun memberikan wawasan kelautan kepada kakak-kakak Pramuka.

“Laut masih luas dan belum dioptimalkan secara maksimal. Untuk partisipasi generasi muda Indonesia, LDII mengajak untuk lebih melangkah ke depan, lebih bersemangat, dan lebih awal. Sebelum laut ini dikuasai oleh sektor-sektor lain yang tidak lestari dan turut andil dalam penurunan kualitas lingkungan,” ujar Edwin Sumiroza.

Mengenalkan CAI Diving Club

Di tengah kegiatan ekowisata pesisir Pulau Sangiang, LDII melalui CAI Diving Club mengajak masyarakat mengenal dan mencintai seluruh potensi bahari yang diamanatkan bangsa Indonesia. Kegiatan komunitas ini mengajak membangun kesadaran geografis bangsa Indonesia sebagai bangsa bahari.

Edwin Sumiroza turut menceritakan tentang CAI Diving Club, ia menuturkan bahwa komunitas menyelam ini sudah mengibarkan bendara Merah Putih bawah laut sejak tahun 2004. Dimulai di Atol Gundul Tanjung Lesung. Saat itu Pimpinan Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI) Bantennya Danlanal.

“Kerjasama dengan Lanal Banten bukan hanya dalam hal pengibaran Bendera saja, bahkan penanaman terumbu karang, membantu Pramuka Sako SPN dalam liputan TVRI, Lomba Fin Swimming, dan lainnya. Kerja sama ini merupakan dua pesan bagi LDII, yaitu pesan wawasan kebangsaan dan cinta lingkungan, amanat dari Rakernas LDII 2018,” ujar Edwin Sumiroza.

Dalam setiap kegiatannya, komunitas ini melibatkan banyak generasi muda. Merekalah yang akan memiliki peluang lebih banyak memetakan laut secara lestari dimasa yang akan datang. Namun siapa sangka, ide komunitas ini lahir dari Pembina CAI Diving Club KH. Achmad Basyarie. Ia pun sedikit bercerita mengenai asal usul komunitas ini.

Pada tahun 1999, penyelam senior ini bersama Edwin Sumiroza membentuk komunitas diving untuk pertama kali. Ia mendapat ilmu menyelam ketika bekerja di kelautan.

“Waktu itu saya bekerja di kelautan kemudian bekerja sama dengan orang Jepang yang punya alat diving. Saya diajarkan oleh mereka. Kemudian saya mengajarkan ilmu itu kepada Pak Edwin dan anggota komunitas yang lain,” ujarnya.

Akhirnya ia mengadakan training kepada warga LDII. Awalnya komunitas ini dibuat agar anggotanya memiliki keterampilan dan mencari maisyah. Dengan keterampilan menyelam, harapannya bisa membetulkan lambung kapal yang penyok atau atol dermaga yang butuh perbaikan. Dari situlah maisyah bisa diperoleh.

Namun semakin lama, komunitas ini mengembangkan tujuan yang lebih mulia, yaitu pelestarian terumbu karang. Kerjasama dengan berbagai komunitas mulai dijalankan seperti POSSI, Terumbu Karang Nasional, dan sebagainya.

“Kita sebarkan ke komunitas Pramuka supaya bisa diving. Apalagi sekarang mengarah pada lingkungan dan pemeliharaan terumbu karang, perlu diver-diver dan fotographer. Ada 17.100 pulau dan itu tanggung jawab dari masing-masing daerah,” ujarnya.

Ketua DPP LDII sekaligus Pembina Gerakan Pramuka Sako SPN Iskandar Siregar juga menuturkan, pelestarian lingkungan bisa menjadikan potensi daerah teraktualisasikan dan bermanfaat bagi masyarakat secara luas.

Menurutnya, tantangan terbesar ke depan adalah bagaimana menjaga dan melestarikan lingkungan. Ini salah satu contoh karya kontribusi warga LDII, bagaimana di dalam ekowisata pesisir ini LDII mengajak seluruh komponen masyarakat menjaga lingkungan, sebagai warisan generasi yang akan datang.

“Kegiatan CAI Diving Club ini salah satu bidang Pemuda Kepanduan Olahraga dan Seni Budaya DPP LDII. Di dalamnya terdapat kegiatan Pramuka, serta bidang lingkungan hidup. Kita mengajak generasi muda punya kesadaran berwawasan lingkungan serta kepekaan terhadap memelihara lingkungan,” ujarnya.

Konservasi terumbu karang tentu akan berhasil dengan terus melakukan edukasi kepada masyarakat dan penegakan hukum. Dalam membantu pemerintah, sebagai Lembaga dakwah, LDII berkontribusi pada edukasi masyarakat. LDII menjaga generasi muda lebih mengenal tentang manfaat terumbu karang dan menjadi yang terdepan dalam menjaga terumbu karang, agar membawa kemashlahatan bagi bangsa Indonesia.(*/lines)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *