LDII Luncurkan Konsep Sistem Integrasi Terpadu Ponpes & Sekolah

Jakarta, (27/04). LDII mengadakan Focus Group Discussion (FGD) Lanjutan tentang Pendidikan yang profesional dan religius yang mengulas tentang pemanfaatan teknologi pada sistem pendidikan, dengan mengusung tema Sistem Informasi Manajemen Pendidikan Professional dan Religius di Pondok Pesantren dan Sekolah yang Terpadu dan Terintegrasi.

FGD yang diselenggarakan di kantor pusat DPP LDII, Senayan, Rabu (27/03) ini, menandakan LDII terus konsisten dan fokus mengembangkan sistem pendidikan sebagai implementasi hasil rapat kerja nasional (Rakernas) LDII 2018 dalam bidang pendidikan.

Turut hadir pula Ketua Umum DPP LDII, Abdullah Syam memberikan sambutan. Menurutnya pendidikan di lingkungan LDII semacam visi untuk mencetak generasi yang unggul, “FGD adalah bagian dari proses meramu cetakan generasi yang sholih dan sholihah.”

Sistem informasi saat ini umumnya diperlukan untuk membantu kegiatan operasional dan manajemen dengan memanfaatkan teknologi. Sistem informasi juga sebagai sistem pengolahan data besar, sekaligus digunakan sebagai acuan untuk pengambil kebijakan.

“Sistem informasi ini dapat digunakan oleh pondok pesantren, sekolah, satuan komunitas (Sako), individu, dan Pembinaan Penggerak Generus (PPG) sebagai salah satu program unggulan LDII,”ujar Basseng, selaku ketua Education Clearing House (ECH).

 

Berbagai keuntungan bisa didapatkan pada pemanfaatan sistem informasi terpadu, diantaranya mengatur database, kalender akademik, mengatur sistem keuangan, e-learning yang dapat digunakan secara online.“Supaya semuanya bisa efektif, maka harus terpadu,” lanjutnya.

Keuntungan dari penggunaan sistem informasi terpadu ini diharapkan dapat mengurangi biaya sebanyak 1 miliar. Diskusi pun juga dilakukan untuk mematangkan konsep yang sudah direncanakan. Karena tidak semua konsep yang berhasil dilakukan diluar, dapat diimplementasikan di lingkungan organisasi LDII.

Dengan terselenggaranya acara ini diharapkan DPP LDII mempunyai panduan pendidikan yang menjadi acuan bagi sekolah-sekolah yang belum menerapkan sistem terpadu dan terintegrasi ini. Sehingga bisa menjadi manfaat bagi seluruh masyarakat, khususnya bagi warga LDII. (laras/dimas/lines)

Satu tanggapan untuk “LDII Luncurkan Konsep Sistem Integrasi Terpadu Ponpes & Sekolah

  • Mei 25, 2019 pada 6:49 pm
    Permalink

    Keuntungan dari penggunaan sistem informasi terpadu ini diharapkan dapat mengurangi biaya sebanyak 1 miliar. Diskusi pun juga dilakukan untuk mematangkan konsep yang sudah direncanakan. Karena tidak semua konsep yang berhasil dilakukan diluar, dapat diimplementasikan di lingkungan organisasi LDII.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *